Ijazah Ditahan Perusahaan Padahal Belum TTD Kontrak

Ini adalah pengalaman lucu saya ketika ijazah asli ditahan oleh sebuah perusahaan di Bandung saat mengundurkan diri (resign) dan harus bayar denda finalty karyawan padahal belum pernah sama sekali menandatangani surat kontrak kerja. 

Singkat cerita pada tanggal 25 Mei 2015 saya bekerja disebuah perusahaan di kota Bandung yang bergerak dibidang tiketing travel & tours, sebut saja PT.WM*. Waktu pertama kali bekerja saya langsung di minta ijazah asli oleh salah satu karyawannya, yang kebetulan dia juga yang waktu itu menginterview saya. Ya.. saya langsung kasih aja tuh ijazah karena saya pikir nanti akan ada surat serah terima ijazah. Tapi ini kok ga ada, dia hanya bilang kalau ijazahnya akan kita simpan aman di brankas sutau Bank. Namun kembali lagi yang bikin saya heran, kok ga ada surat serah terima ijazah / surat tanda tangan kontrak kerja atau apalah sejenisnya dan saya malah langsung disuruh langsung bekerja (kebetulan waktu itu posisi jabatan pekerjaannya sebagai Web Admin).

Waktu terus berlalu sampai dengan 2 hari bekerja namun tidak ada kejelasan mengenai sistem kerja, upah, dan peraturan kerja lainnya. Dan ketika saya menanyakan mengenai kontrak kerjanya, dia hanya bilang "saya pernah menjelaskan garis besar pekerjaannnya pada waktu interview dan hari pertama pun udah masuk kontrak kerja"..Tapi menurut saya sih yang namanya kerja itu harus ada penjelasan kontraknya diawal, kecuali pegawai pabrik harian lepas. 

Dihari ke 3 ini saya pun berhenti bekerja, memutuskan untuk keluar dan mengundurkan diri dengan menghubungi perusahaan. Sebenarnya alasan keluar saya pun selain karena ketidakpastian tersebut karena saya juga sebenarnya sudah tidak betah dan merasa posisi web admin tersebut berat bagi saya karena harus juga menguasai SEO Web E-Commerce.

Perusahaan pun mengijinkan saya keluar tapi harus melalui proses interview exit dengan orang - orang yang dulu pernah menginterview saya waktu masuk kerja ( kebetulan waktu itu 3 kali interview dengan orang yang berbeda). Ya saya pun dengan senang hati melakukannya. Di interview ke 1 & 2 exit saya di tanyakan mengenai alasan keluar, dan di beri surat perjanjian di atas materai yang isinya bahwa saya tidak akan menyalahgunakan wewenang atas nama perusahaan tersebut. Karena mereka mungkin takut jika suatu saat saya menyalahgunakan website dan akun sosial media perusahaan karena semua paswordnya sudah saya ketahui, padahal saya sudah lupa dengan semua paswordnya karena hanya melihat didaftar pasword dalam secarik kertas. Tanpa pikir panjang Saya pun langsung menyetujui dan menandatangani surat perjanjian tersebut, karena sedikitpun tidak ada niat untuk berbuat kejahatan dengan semua website dan akun sosial media tersebut.

Beres interview 1 & 2 saya disuruh menunggu diruang lobi, untuk melanjutkan interview terakhir dengan direkturnya. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya saya malah disuruh pulang karena direkturnya tidak bisa menginterview hari itu juga dan katanya nanti dihubungi besok atau lusa melalui telepon. 

ijazah asli ditahan perusahaan kota bandung dalam kontrak kerja denda karyawan mengadu ke dewanHari demi hari berlalu, kekesalan saya pun mulai muncul ketika menunggu untuk interview ke 3 ini dengan direkturnya, karena sudah menunggu hampir 1 bulan yang katanya besok atau lusa namun tidak ada kepastian. Saya coba menghubungi orang yang menginterview ke 1 & 2 pun malah berbelit - belit dengan alasan direkturnya ga ada. Saya pun terus dan terus mencoba menanyakan kelanjutannya yang akhirnya mereka malah meminta denda finalty sebesar gaji yang saya minta ketika interview (waktu itu saya minta 1.500.000 ke atas) di kalikan 3 bulan jadi totalnya sebesar 4.500.000. Saya pun kaget, karena kalau tahu aturannya kaya gitu mendingan sekalian saja saya minta gaji 5 juta dan memaksakan kerja meskipun asal -asalan.

Disini saya pun mulai geram, karena saya keluar sebelum ada surat kontrak kerja yang mengikat namun tetap kena denda finalty. Ya meskipun di interview dia juga menjelaskan kalau keluar sebelum habisnya kontrak kerja akan di kenakan denda, namun seharusnya tetap yang namanya kerja disebuah perusahaan harus ada surat kontrak kerja / bukti tertulis dari tanggal berapa sampai tanggal berapa, peraturan kerja, hingga gaji yang saya dapat perbulan.

Saya pun terus berjuang untuk mengambil kembali ijazah asli S1 yang mereka tahan dari mulai melaporkan ke Dinas Sosial Teaga Kerja kota Bandung hingga pernah menggertak perusahaan dengan mengirimkan pesan tentang pahami UU No.13 Tahun 2003 tentang penahan ijazah. Akhirnya tepat tanggal 2 Juli 2015 ada orang perusahaan menelepon bahwa ijazah sudah dapat diambil dan saya  pun langsung menuju TKP.

Ini bisa jadi cerminan buat anda ketika harus bekerja disebuah perusahaan dengan sistem atau peraturan tahan ijazah asli dalam kontrak kerja. Jika kasusnya seperti saya diatas, yakni belum ada kesepakatan (tandatangan) kontrak kerja di atas materai, jangan takut karena kita masih bisa menungtut. Lain halnya jika anda sudah tanda tangan kontrak (misalnya 1 tahun) namun ingin keluar sebelum habisnya masa kontrak tersebut. Disini anda wajib membayar denda sesuai aturan perusahaan yang ada dalam surat kontrak tersebut, begitu juga bagi perusaaan, jika memperlakukan anda tidak sesuai maka perusahaan (misalnya gaji tidak sesuai, peraturan, dll) maka wajib perusahaan yang harus membayar denda kepada kita.

Sebagai masukan saja, ketika anda lulus interview / tes dan sudah pasti diterima disebuah perusahaan, pastikan diawal pahami dulu semua daftar aturan main perusahaan tersebut, baca dengan teliti surat kontrak kerjanya. Dan sebenarnya tidak ada alasan perusahaan untuk menahan ijazah asli karyawannya karena sama saja melanggar Undang Undang Ketenagakerjaan dan Hak Asasi Manusia serta bisa di pidana yang ada cuma surat kontrak kerja atas kesepakatan kedua belah pihak. Namun perusahaan tertentu mungkin memberlakukan cara tersebut supaya semua karyawannya disiplin dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaannya
Advertisement

1 Komentar untuk "Ijazah Ditahan Perusahaan Padahal Belum TTD Kontrak"

tapaksuci mutu said...

ijazah saya juga belum keluar malah katanya hrd x gk bisa keluar ,.. saya belum ttd kontrak dan saat interview juga tidak ada kesepakatan setelah keluar ijazah gk dikasihkan .... saya juga berjuang mas walaupun ijazah saya cuma ijazah sma :(